wow, ada wayang raksasa

Tangan Agusmono alias Agus Gondrong, 50, begitu telaten dan teliti menyungging di setiap sudut garis wajah tokoh wayang Werkudoro Dadi Ratu, Rabu (4/1/2012). Bagian wajah dan perut wayang Prabu Tugu Waseso (Giling Wesi) ini memang menjadi bagian paling sulit proses pembuatannya dibandingkan bagian lain. Dibutuhkan ketelitian dan konsentrasi yang tinggi untuk menyelesaikan bagian wajah setinggi 2,7 meter tokoh wayang tersebut.

Sementara di sampingnya terdapat bagian badan dan potongan kaki serta tangan yang belum rampung. Bagian-bagian itu masih berupa kulit yang sudah ditatah membentuk potongan kaki, tangan serta badan wayang. Sejak Oktober lalu, Staf Sosial Budaya Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Solo ini mulai menggarap wayang raksasa yang terbuat dari kulit sapi dan kerbau. Penggarapan wayang raksasa dilakoni tanpa mengenal waktu. Hampir setiap saat ada waktu luang selalu dimanfaatkan dirinya untuk menyelesaikan setiap bagian wayang.
“Dalam satu hari tidur hanya satu dua jam saja. Lainnya saya kerjakan untuk menyelesaikan wayang raksasa ini,’ tuturnya ketika dijumpai Solopos.com di kediamannya, Rabu.
Setidaknya hingga kini sudah menghabiskan 70 kilogram kulit sapi maupun kebo untuk membuat wayang tersebut. Dengan dibantu tujuh seniman lain, Agus Gondrong berusaha menyelesaikan proses pembuatan wayang raksasa tepat sebelum tanggal 13 Januari mendatang. Sesuai rencana wayang hasil buatannya akan dipentaskan di Kalisoro, Tawangmangu yang dibawakan oleh lima hingga tujuh dalang. Namun Agus belum bisa memastikan kapan akan dipentaskan.
Agus menuturkan ide awal membuat wayang raksasa berawal dari kecintaannya terhadap para tokoh pewayangan, terutama Werkudoro.
“Sejak kecil saya sudah suka wayang. Mungkin darah dari bapak yang menjadi tukang gambar wayang Keraton. Bahkan waktu SD kelas 4 saya sudah buat wayang 1 meter,” ujarnya.
Namun menginjak usia 50 tahun ini, Agus baru bisa menuangkan seluruh kecintaannya dengan membuat wayang raksasa berukuran hingga lima meter. Beruntung pembuatan wayang ini mendapat sokongan dana penuh dari produsen cat INDACO. Hingga kini proses pembuatan wayang raksasa sudah 60%. Menurutnya, bagian tersulit dalam proses pembuatan wayang ini adalah pada bagian wajah.
“Bagian wajah memakan waktu paling lama. Karena butuh ketelitian dalam proses karakter Werkudoro,” tuturnya.
Agus mengatakan idenya memilih karakter tokoh wayang Werkudoro dalam pembuatan wayang raksasa ini dilandasi keprihatinan akan krisis kepemimpinan di tanah air. Karakter ini juga sebagai simbol sindiran, Agus berharap pemimpin Indonesia bisa seperti Werkudoro yang polos, bijaksana, bersahaja dan pemberani. “Saat ini banyak pemimpin yang kurang peka terhadap rakyatnya. Kedepannya dengan wayang ini pemimpin bisa mencontoh karakter Werkudoro yang tegas dalam segala hal.”

0 komentar:

Copyright © 2012 Dito Rahmad Y W.