Duluan mana ayam sama telur?

Duluan manakah ayam dan telur? itulah pertanyaan yang sering sekali diajukan oleh banyak orang di dunia. Pertanyaan yang sederhana namun butuh pemikiran yang dalam. Secara logika,pertanyaan ini selalu berhubungan dan memutar, ayam memang berasal dari telur, namuan begitu juga telur juga berasal dari ayam.
Lalu apa jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini ?
Dari segi filsafat, ada lima pendekatan untuk menjawab pertanyaan kamu:

1) Konsep Evolusi
Dalam konsep evolusi, ayam lebih dulu ada daripada telur ayam. Tetapi sebelum ayam, ada mahluk nenek moyangnya yang dinamakan proto-chicken (ayam kuno). Proto-chicken ini menghasilkan telur yang tentu saja bukan telur ayam tetapi telur proto-chicken. Menurut konsep evolusi, telur proto-chicken ini lalu bermutasi secara genetik sehingga menghasilkan ayam yang sekarang kita kenal. Jadi urutannya: proto-chicken, telur proto-chicken, ayam, telur ayam. Jadi kalau pertanyaannya mana yang duluan: ayam atau telur ayam, menurut konsep evolusi: AYAM.
2) Teologi
Dalam Kitab Suci, dituliskan bahwa Tuhan menciptakan ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, hewan-hewan di daratan, dan binatang merayap di bumi. Jadi yang diciptakan lebih dulu adalah mahluk hidup yang sudah jadi (living creatures), bukan telur atau janinnya. Maka dari sudut pandang teologia, AYAM yang lebih dulu ada.
3) Logika
Pertama-tama, tolong dimengerti bahwa logika berbeda dengan akal sehat (common sense). Logika adalah proses bernalar dengan mempertimbangkan berbagai argumen dan menguji argumen-2 tersebut melalui definisi (term) simbolis atau meta-mathematis. Dalam logika, terlebih dahulu kita mendefinisikan apa itu ayam (chicken term) dan apa itu telur ayam (chicken egg term). Ayam adalah unggas peliharaan yang dapat dimakan dagingnya. Dan telur adalah embrio dari ayam yang belum menetas. Berdasarkan definisi tersebut, ayam adalah ayam yang aktual (nyata), sedangkan telur ayam adalah ayam yang potensial (belum nyata). Karena yang aktual mendahului yang potensial, maka AYAM lebih dulu daripada telur ayam.
4) Akal sehat
Telur tidak dapat menghasilkan ayam sendirian, harus ada yang membuahi dan mengerami sampai akhirnya menetas jadi ayam. Siapa yang melakukan hal-hal tersebut? Ayam induknya. Ayam jantan membuahi telur, ayam betina mengeramkannya. Jadi, lebih dulu AYAM daripada telur.
5) Metafisika
Kenal ungkapan “Corgito Ergo Sum” dari Rene Descartes? Artinya, aku berpikir maka aku ada. Jadi persepsi atau observasi mendahului kenyataan. Aplikasinya, semua hal di dunia ini barulah kemungkinan (probabilitas) sampai kita dapat mengobservasinya baru hal itu nyata adanya. Misalnya, teori gelombang baru dapat dibuktikan setelah ada observasi melalui eksperimen. Dalam hal telur dan ayam: ada telur dan ada ayam, karena keduanya dapat kita observasi. Akan tetapi telur tidak dapat mengobservasi dirinya sendiri. Sedangkan ayam dapat mengobservasi dirinya maupun telurnya (karena ayam mempunyai pikiran). Sehingga dalam hal ini, AYAM lebih dulu ada daripada telur.
Kesimpulan :
AYAM selalu lebih dulu ada daripada telur ayam. Cara orang menjawab pertanyaan ini akan memperlihatkan seperti apa tipe orang tersebut. Untuk beberapa orang yang senang berputar-putar dan “keukeuh peteukeuh” dengan jawaban “tapi kan ayam berasal dari telur, telur berasal dari ayam” – mungkin lebih cocok berkarir di politik.

0 komentar:

Copyright © 2012 Dito Rahmad Y W.