cerita renungan 1

Cerita ini hanyalah inspirasi belaka.. Kalau ada kesamaan nama dan tempat, mohon maaf ya?

Tomi adalah anak orang kaya yg tinggal d sebuah perumahan. Dia adalah seorang anak tunggal. Dia sangat manja. Apapun yg dia inginkan, harus dituruti saat itu juga. Tak jarang, dia sampai membentak mamax bila kemauanx tdk d turuti.

Suatu hari, papa mamax harus dinas d luar kota. Terjadi perbincangan yg hangat di meja makan pagi itu.
"Tom, papa sama mama akan pergi jauh sekali. Dan mungkin akan lama. Kamu baik2 d rumah ya nak?! Jgn nakal!" kata mamax. "Iya. Tapi, janji pulangx bawain playstation 3 ya?" pinta tomi ketus. "km kan bulan depan ujian tom, ngapain minta2 yg bgtuan? Udahlah! Konsen dulu sama belajarmu. Kalau sudah slsae, Insya Allah papa belikan. Ya?" kata papax bijaksana. "AH PELIT!!! Percuma tomi punya orang tua kaya tapi gag ada gunax! Masa buat beli PS3 aja gag mampu? Pkokx, kalau sampai gag d beliin, Tomi gag mau sekolah! Titik!" bentak tomi. Tomi pun sgra brlalu untk brangkat skolah.


Tomi pun melewatkan kepergian papa mamax... Mrka pun berpisah tanpa sempat berpamitan.. 
Lalu, pada hari ke 3 stlah kepergian orang tuanya dimana mrka berjanji pda Tomi untk pulang hari ini. Tomi pun bangun dgn perasaan yg tdak enak. Ada kegalauan di hatix, ia brangkat ke sekolah dgn lemas dan tak bersemangat. Teman2x pun melihat perubahan pd diri Tomi. Mereka pun mencoba menghibur Tomi yg sedang tak bergairah. Salah satu temanx mengajakx untk meneguk minuman keras dan pil koplo. Tomi pun menyetujuix. Akhirx, Tomi pun pergi ke rumah temanx sepulang sekolah untk berpesta miras dan berfoya2. Mrka mlakukan itu semua sampai pagi.

Keesokan harix, Tomi bngun pukul 9 pagi. Menyalakan Blackbarryx dan melihat ada 9 tlp dan 10 sms masuk. 3 dr no. hp papax, 3 dr no. Hp mamax, dan 3 lg dr no. Rumahx. Dia pun mengacuhkanx karena Pening masih bergelayut d kepalax sms yg masuk pun d acuhkan. Karena drasa kepalax berat sekali. Dia pun memutuskan untk mandi. Seusai mandi dan sarapan, Tomi memutuskan untk pulang ke rumah. Dia mrasa puas setelah bersenang2 d rumah temanx. 

Dengan langkah pasti, dia menuju mobilx sambil bersiul2. Mesinpun dnyalakan dan musik rock pun diputar pd volume 18. Sehingga musik dapat trdengar sampai luar mobil walaupun mobil tertutup rapat. Sambil bernyanyi keras, dia mengendarai mobilx dgn semangat. Sesampaix d pintu masuk kompleks perumahanx, dia terkejut. Hatix berdebar tatkala dia meliat bendera putih yg berpalang merah menggantung pd bambu yg d letakkan pas d atas pos keamanan. Tomi berlalu dgn cepat. Hatix smakin berdebar tatkala d depan rumahx banyak mobil2 terparkir rapi. Orang2 berbaju hitam berlalu lalang keluar masuk rumahx. Karena semakin penasaran, Tomy langsung keluar dari mobilx. Dengan setengah berlari, dia menghampiri rumahx yg berlantai 2 tsbut, d halaman, dia d sambut oleh kakak papanya. Dipelukx Tomy dgn erat sambil mengusap rambutx. " Sabar Ya Nak. Ini sudah takdir Allah. Yg sabar Ya Sayang." ujar tantex. "Ada apa ini tante? Kok rumah Tomi ramai skali? Ada apa tante?" tanya Tomi tak mengerti. Tantex pun menangis smakin keras. Tanpa mengeluarkan sepatah 2 patah kata pun, tantex membimbing Tomi untk masuk ke ruang tengah. Betapa terkejutx hati Tomi melihat 2 orang yg d sayangix, tumpuan hdupx sudah terbujur kaku. Tak bernyawa, tak bicara. Bahkan untk skdar trsenyum pun tak kuasa. Dia menangis sejadi2x sambil mengguncang tubuh kedua orang tuax. "Pa, bangun pa.. Ma... Mama ayo bangun. Ini Tomi ma,.. Ayo bangun... Pa... Ayo bicara sama Tomi pa... Bangun... Tomi sama siapa kalau papa gmw bangun?" rengek Tomi. Air matax semakin deras bercucuran.. Tangisan dan teriakanx untk membangunkan kedua orang tuax pun berbaur dgn suara Surat Yasin yg dbacakan para pelayat. Tapi semuax sudah percuma. Sudah Terlambat untk menyesalix...

Dia pun trduduk lemas d hadapan jenazah kedua orang tuax. Ia masih menangis Sambil menatap mereka. Tomi pun tiba2 teringat akan 10 pesan d Blackberryx yg belum sempat dbaca. Dibukax pesan2 tsb. Trnyata, 3 sms dr mamax, 3 sms dr papax, dan 4 sms dr no.2 sanak saudarax. Dibukax sms pertama yg brasal dr mamax. "Tomi sayang, km lg dmana nak? Udh mkan? Maaf y syng, mama bru bsa sms skrng. Krn kmren mama dn papa sibuk skali. Baik2 d rumah y sayang? Love U Mmmuach". Tomi pun lalu membuka sms ke 2, yg masih brasal dr mamax. "Tomi syng, kok sms mama g dbls? Dtlp jg g d angkt? Km lg dmana nak? Mama khawatir bgt nak, ini kami bru mulai prjalanan pulang. Insya Allah bsok pagi kami sampai rumah. Km baek2 y syng, kami sayang km nak" Tomi pun smakin menangis. Dibukax sms dr papax "nak, maafkan papa atas skap papa yg kmren ya? Papa janji bsk pagi kita brangkat ke mall untk membeli PS3 sesuai harapanmu." lalu dia membuka sms dr tantex "Tom, km dmana? Dtlp g d angkat. D sms g blz? Km kmana nak? Cpet pulang ya? Ada kabar duka. Papa mamamu meninggal nak. Mereka kecelakaan"

Tomi pun semakin lemas. Dia menghampiri tantex yg sedang merapikan kain kafan papax sambil trus menangis. Tomi pun bertanya pd tantex. "gmana kejadianx te? Knpa sampai spt ini?"
"Gini Tom, ketika mrka gag bsa hub.n km, mrka gelisah. Mrka bener2 takut km ada apa2. Akhrx papa km menelepon dan sms km sambil nyetir. Dia tdk konsentrasi pd jalan d dpanx. Pada saat tikungan, dia tdak belok. Akhirx dia menabrak pembatas jalan dan mrka pun jatuh ke dalam jurang sedalam 20m. Mrka pun dlarikan ke rumah sakit dan pd saat prjalanan, nyawa mrka tak trselamatkan. Km yg sabar ya nak?" ujar tantex. Tomi kini hanya bsa menyesali semuax. Namun sudah trlambat! Karena mrka sudah tiada. Ya! Penyesalan memang slalu datang trlambat! Maka dr itu, brpikirlah sblum brtindak! Sayangi dan jaga orang2 di sekitarmu. Trutama orang tuamu. Jaga dan bhagiakan mrka spt mrka. bhagiakanmu sejak kecil. Jangan pernah sia2kn mrka! Karena Allah membenci itu. Smga kisah ini brmanfaat dan membuat kita mengintrospeksi pribadi kita masing2. Wassalamu'alaikum wr.wb.

0 komentar:

Copyright © 2012 Dito Rahmad Y W.